BORGOLNEWS. COM JAKARTA – Helikopter pribadi milik Presiden Prabowo Subianto yang dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di Aceh menjadi sorotan setelah diketahui tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan Pengumuman LHKPN Presiden Prabowo dengan Nomor Harta Kekayaan (NHK) 29770 yang disampaikan Jumat (11/4/2025), tidak ditemukan pencatatan aset berupa pesawat atau helikopter.
Dalam laporan tersebut, total harta kekayaan Prabowo tercatat sebesar Rp2,06 triliun.Rincian LHKPN menunjukkan sebagian besar kekayaan berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp294,59 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan dan Bogor.
Selain itu, tercatat kepemilikan surat berharga senilai Rp1,70 triliun, kas dan setara kas sebesar Rp48,04 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai Rp16,46 miliar.
Sementara pada bagian alat transportasi dan mesin dengan nilai Rp1,25 miliar, hanya tercantum kendaraan darat. Daftar tersebut meliputi Toyota Alphard, Honda CR-V, beberapa unit Land Rover, Toyota Land Cruiser, Mitsubishi Pajero, Toyota Lexus, serta satu sepeda motor Suzuki.
Tidak ada keterangan mengenai kepemilikan helikopter maupun moda transportasi udara lainnya.Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyampaikan secara terbuka bahwa Presiden Prabowo telah mengerahkan helikopter pribadinya ke Aceh sejak awal bencana melanda.
“Sejak minggu pertama, minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya, beserta keluarganya, silakan digunakan ke mana pun untuk berkeliling Aceh. Itu sejak minggu pertama,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, helikopter tersebut digunakan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf untuk meninjau langsung kondisi korban serta wilayah yang mengalami dampak terparah.
Selain helikopter milik Presiden, pemerintah juga mengerahkan armada udara gabungan untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi akibat rusaknya infrastruktur darat. Teddy menyebut terdapat puluhan helikopter dari berbagai instansi yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Jadi ini datanya, ada 53 helikopter gabungan TNI-Polri, Basarnas, BNPB, kemudian ada swasta, Pertamina dan lainnya. Ini semuanya sejak awal di tiga provinsi tersebut,” jelasnya.















Discussion about this post