BORGOLNEWS.COM PEKANBARU – Komisi V DPRD Provinsi Riau menyoroti keterbatasan daya tampung asrama Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Riau yang belum mampu mengakomodasi seluruh siswa atlet yang diterima.
Dari total 252 atlet yang diterima di SKO Riau, hanya sekitar 130 siswa yang dapat tinggal di asrama di lingkungan sekolah. Sementara itu, sisanya 122 siswa terpaksa tinggal di luar sekolah.
Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan persoalan, terutama dalam hal pengawasan latihan maupun kedisiplinan belajar para atlet. Terlebih, sebagian besar siswa berasal dari keluarga kurang mampu yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Riau.
“Kalau mereka di luar asrama, siapa yang mengawasi latihan dan disiplin mereka? Ini perlu menjadi perhatian serius,” jelas Wakil Ketua komisi V DPRD Riau Abdul Kasim, Rabu (15/4/2026).
Komisi V DPRD Riau menilai, keberadaan asrama merupakan faktor penting dalam pembinaan atlet, tidak hanya dari sisi peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa.
Politisi PKS ini juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ada rencana untuk menempatkan seluruh atlet di fasilitas asrama tambahan. Skema tersebut turut mempertimbangkan kebutuhan konsumsi atau makan para siswa selama tinggal di asrama.
Namun demikian, dewan menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang direncanakan tersebut.
“Jangan sampai perencanaan sudah ada, tapi fasilitasnya belum siap. Kita ingin memastikan semuanya benar-benar layak sebelum digunakan,” tegasnya.
Komisi V berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera mencari solusi konkret agar seluruh atlet SKO dapat tinggal di asrama, sehingga pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan terarah.














Discussion about this post