BorgolNews
  • Home
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Sosial
  • Nasional
  • Giat
  • Polisi
  • TNI AD
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Sosial
  • Nasional
  • Giat
  • Polisi
  • TNI AD
No Result
View All Result
Home Daerah

Modus Baru Begal Medan Pura-Pura Lihat Peta Remaja 15 Tahun Jadi Korban

by Dien Ully
Senin, 13 Oktober 2025 | 11:10
in Daerah
4 min read
0 0
0
Modus Baru Begal Medan Pura-Pura Lihat Peta Remaja 15 Tahun Jadi Korban

READ ALSO

Rapat Musprov KONI Riau Ditunda, DPRD Desak Formulasi Aturan Diperjelas

Lahan Tidur Disulap Jadi Produktif, Warga Binaan Lapas Selatpanjang Panen Perdana

Share artikel ini

BORGOLNEWS.COM JAKARTA — Jalan-jalan malam di Medan kembali mencekam. Seorang remaja berusia 15 tahun, Fazrul Afif Azhar, menjadi korban begal dengan modus yang kian licik — berpura-pura melihat peta di ponsel. Dalam hitungan detik, motor miliknya raib digondol kawanan pelaku.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Medan Polonia, Jumat (10/10) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Fazrul baru saja pulang menonton futsal di wilayah Medan Helvetia, tak menyangka bahwa perjalanan pulangnya akan berubah menjadi malam penuh teror.

“Awalnya saya lihat mereka kayak nyari alamat, nengok map. Tapi tiba-tiba mereka pepet saya, langsung ambil kunci motor,” ujar Fazrul dengan suara gemetar saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (11/10).

Fazrul menuturkan, kawanan pelaku berjumlah sembilan orang dengan tiga motor. Mereka mengikutinya sejak dari jalan utama, lalu menunggu momen saat korban melintas di area sepi. Setelah berhasil menghentikan korban, satu dari pelaku mengeluarkan celurit, sementara yang lain mengambil alih motornya.

“Satu orang bawa celurit. Saya sempat mau tarik motor, tapi langsung dikejar mereka,” katanya. 

Motor Fazrul, Honda Scoopy BK 6067 AX, pun raib dibawa kabur. Ia hanya bisa menatap kendaraan kesayangannya menghilang di tikungan gelap.

Kasus ini menambah panjang daftar aksi begal di Kota Medan yang menggunakan berbagai modus untuk menjebak korban, mulai dari berpura-pura butuh bantuan, menanyakan alamat, hingga berpura-pura mogok di tengah jalan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Poltak Tambunan, mengatakan pihaknya akan segera menelusuri laporan tersebut. “Nanti kita cek dulu. Sampai saat ini belum ada laporan masuk ke Medan Baru, tapi akan kami pastikan lagi,” ujarnya, Sabtu (11/10).

Masyarakat Medan kini semakin resah. Kawasan Medan Polonia, Medan Denai, dan Helvetia dikenal sering menjadi lokasi begal karena minim penerangan dan sepi pada malam hari. Banyak warga menuntut agar patroli malam diperbanyak dan kamera pengawas (CCTV) diaktifkan di titik-titik rawan.

Pengamat keamanan dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Indra Hutapea, menyebut pola kejahatan ini menunjukkan tingkat adaptasi para pelaku terhadap situasi masyarakat.

“Sekarang begal tak lagi frontal, mereka berperan seperti orang biasa yang minta tolong. Psikologi korban diincar dulu — dibuat lengah sebelum diserang,” ujarnya.

Ia menilai perlu ada pendekatan komunitas untuk mengatasi maraknya begal di Medan, bukan hanya lewat razia. “Harus dibangun budaya saling menjaga, terutama di kalangan remaja. Mereka kini jadi target utama karena dianggap mudah panik dan tak curiga,” imbuhnya. 

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Poltak Tambunan, mengatakan pihaknya akan segera menelusuri laporan tersebut. “Nanti kita cek dulu. Sampai saat ini belum ada laporan masuk ke Medan Baru, tapi akan kami pastikan lagi,” ujarnya, Sabtu (11/10).

Masyarakat Medan kini semakin resah. Kawasan Medan Polonia, Medan Denai, dan Helvetia dikenal sering menjadi lokasi begal karena minim penerangan dan sepi pada malam hari. Banyak warga menuntut agar patroli malam diperbanyak dan kamera pengawas (CCTV) diaktifkan di titik-titik rawan.

Pengamat keamanan dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Indra Hutapea, menyebut pola kejahatan ini menunjukkan tingkat adaptasi para pelaku terhadap situasi masyarakat.

“Sekarang begal tak lagi frontal, mereka berperan seperti orang biasa yang minta tolong. Psikologi korban diincar dulu — dibuat lengah sebelum diserang,” ujarnya.

Ia menilai perlu ada pendekatan komunitas untuk mengatasi maraknya begal di Medan, bukan hanya lewat razia. “Harus dibangun budaya saling menjaga, terutama di kalangan remaja. Mereka kini jadi target utama karena dianggap mudah panik dan tak curiga,” imbuhnya. 

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Poltak Tambunan, mengatakan pihaknya akan segera menelusuri laporan tersebut. “Nanti kita cek dulu. Sampai saat ini belum ada laporan masuk ke Medan Baru, tapi akan kami pastikan lagi,” ujarnya, Sabtu (11/10).

Masyarakat Medan kini semakin resah. Kawasan Medan Polonia, Medan Denai, dan Helvetia dikenal sering menjadi lokasi begal karena minim penerangan dan sepi pada malam hari. Banyak warga menuntut agar patroli malam diperbanyak dan kamera pengawas (CCTV) diaktifkan di titik-titik rawan.

Pengamat keamanan dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Indra Hutapea, menyebut pola kejahatan ini menunjukkan tingkat adaptasi para pelaku terhadap situasi masyarakat.

“Sekarang begal tak lagi frontal, mereka berperan seperti orang biasa yang minta tolong. Psikologi korban diincar dulu — dibuat lengah sebelum diserang,” ujarnya.

Ia menilai perlu ada pendekatan komunitas untuk mengatasi maraknya begal di Medan, bukan hanya lewat razia. “Harus dibangun budaya saling menjaga, terutama di kalangan remaja. Mereka kini jadi target utama karena dianggap mudah panik dan tak curiga,” imbuhnya. 

Bagi Fazrul, peristiwa itu menjadi pelajaran pahit. “Saya pikir mereka cuma nanya jalan. Sekarang saya trauma lewat situ lagi,” katanya pelan. 

Print Friendly, PDF & Email

Share artikel ini
Dien Ully

Dien Ully

Related Posts

Rapat Musprov KONI Riau Ditunda, DPRD Desak Formulasi Aturan Diperjelas
Daerah

Rapat Musprov KONI Riau Ditunda, DPRD Desak Formulasi Aturan Diperjelas

16 April 2026
0
Lahan Tidur Disulap Jadi Produktif, Warga Binaan Lapas Selatpanjang Panen Perdana
Daerah

Lahan Tidur Disulap Jadi Produktif, Warga Binaan Lapas Selatpanjang Panen Perdana

16 April 2026
0
Banjir Pekanbaru Telan Korban Jiwa, DPRD Desak Pemko Terapkan Master Plan Terintegrasi
Daerah

Banjir Pekanbaru Telan Korban Jiwa, DPRD Desak Pemko Terapkan Master Plan Terintegrasi

16 April 2026
0
Transformasi Keselamatan Zona Rokan, 11 Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi 2026
Daerah

Transformasi Keselamatan Zona Rokan, 11 Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi 2026

16 April 2026
0
Asrama SKO Tak Mampu Tampung Siswa DPRD Riau Minta Pemprov Cari Solusi
Daerah

Asrama SKO Tak Mampu Tampung Siswa DPRD Riau Minta Pemprov Cari Solusi

16 April 2026
0
membakar lahan mebawa petaka
Bengkalis

membakar lahan mebawa petaka

15 April 2026
0
Next Post
Tumbuhkan Jiwa Jurnalis Muda di Ujung Negeri MAN 2 Kepulauan Meranti Gencarkan Pelatihan Jurnalistik

Tumbuhkan Jiwa Jurnalis Muda di Ujung Negeri MAN 2 Kepulauan Meranti Gencarkan Pelatihan Jurnalistik

Vendor Proyek Chromebook Serahkan Uang ke Kejagung Diduga dari Keuntungan Ilegal

Vendor Proyek Chromebook Serahkan Uang ke Kejagung Diduga dari Keuntungan Ilegal

Ketika Jaksa Salah Langkah tapi Tak Salah Hukum Dilema Integritas di Tubuh Kejaksaan

Ketika Jaksa Salah Langkah tapi Tak Salah Hukum Dilema Integritas di Tubuh Kejaksaan

Dasco Klarifikasi Isu Kenaikan Dana Reses DPR Sebut Rp54 Juta Hanya Salah Transfer Teknis

Dasco Klarifikasi Isu Kenaikan Dana Reses DPR Sebut Rp54 Juta Hanya Salah Transfer Teknis

Pusat Janjikan Bantuan Fiskal ke Daerah yang Terdampak TKD, Namun Ada Syarat Ketat

Pusat Janjikan Bantuan Fiskal ke Daerah yang Terdampak TKD, Namun Ada Syarat Ketat

Discussion about this post

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Copyright © 2020 PT Gulbor Kreis Mandiri.

No Result
View All Result

Copyright © 2020 PT Gulbor Kreis Mandiri.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In