BORGOLNEWS.COM PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto menegaskan, Pemprov Riau komit dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Karena itu, hal ini menjadi salah satu program strategis yang kini tengah diupayakan Pemprov Riau.
Hal itu disampaikannya saat membuka Lokakarya dan Dialog Multipihak Green for Riau Initiative: Rencana Mitigasi, Safeguards dan Aktor Kunci. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).
Ikut hadir dalam kesempatan itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Minister Counsellor for Development British Embassy Indonesia, Saul Hathaway, serta Bambang Arifatmi selaku Country Coordinator – UNEP UNREDD Programme di Indonesia. Sedangkan Prof Dr Haruni Krisnawati, SHut, MSi yang merupakan Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan RI hadir secara daring.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah Bupati, Walikota dan Wakil beserta jajaran, pelaku sektor usaha, NGO, lembaga adat dan perwakilan stake holder lainnya di Bumi Lancang Kuning.
Dalam sambutannya, Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan, Green for Riau Initiative adalah salah kegiatan yang dirancang sebagai program strategis Pemprov Riau.
Salah satu tujuannya adalah untuk mempermudah kerangka pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah terkait lingkungan. “Ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemprov Riau kondisi lingkungan hidup di daerah kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, SF Hariyanto menerangkan perkembangan lingkungan, di mana di Riau telah terjadi penurunan emisi gas hingga 13 persen.
SF Hariyanto juga menyinggung perkembangan terkini di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), setelah kebun sawit ilegal di kawasan itu ditertibkan Satgas PKH beberapa waktu lalu.
Menurutnya, hingga saat ini, sebanyak 237 kepala keluarga (KK) sudah dialokasikan dari TNTN. Tak hanya itu, dalam waktu dekat ini Pemprov Riau bersama instansi terkait lainnya menargetkan akan melakukan penanaman tumbuhan hutan yang ditargetkan seluas seribu hektar. “Kita harapkan dukungan dari segenap masyarakat, supaya usaha kita dalam menjaga lingkungan hidup terus berjalan dengan baik,” ujarnya lagi.
Kapolda Riau Irjen Hery Heryawan mengatakan, paradigma pengamanan publik, saat ini telah berubah. Sehingga paradigmanya bukan hanya sekedar mengantisipasi ancaman kekerasan, namun juga menjamin keselamatan manusia secara lebih luas. Termasuk mengantisipasi kerusakan lingkungan yang juga bisa menjadi ancaman terhadap masyarakat luas.
“Krisis lingkungan tidak bisa dilihat sebagai isu sektoral tapi sudah bertransformasi menjadi sumber yang mempengaruhi ekonomi dan pembangunan,” ingatnya.
Polda Riau, terangnya, telah menerapkan green policing, yang berarti kebaikan tidak hanya kepada manusia tapi juga kepada alam dan lingkungan.
Program ini bertujuan memberikan kesadaran ekologis kepada semua kalangan. “Bila kita berbuat baik dalam menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” pungkasnya.
Sedangkan Saul Hathaway mengatakan, pihaknya mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia terkait perbaikan lingkungan hidup. Karena itu pihaknya komit mendukung upaya pengurangan emisi gas sekaligus sebagai upaya sinkronisasi dengan target pemerintah Indonesia untuk tahun 2030.
Riau Strategis
Sementara itu, Prof Dr Haruni Krisnawati mengatakan, posisi Riau sangat strategis dalam menjaga kelangsungan lingkungan hidup.
Riau sangat unik dan rentan terhadap bencana ekologis. Hal itu mengingat banyak pelaku usaha di Riau merupakan salah satu daerah di Tanah Air yang banyak memiliki sektor usaha yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan.
Sehingga posisi Riau dalam hal ini sangatlah strategis. Apalagi program Green for Riau Initiative ini juga berkaitan dengan kepentingan lingkungan, sosial dan ekonomi.
“Bila berjalan dengan baik, Riau bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.
Sedangkan Bambang Arifatmi menekankan pentingnya membangun sinergi yang baik, antara pemerintah pusat dan daerah terkait mitigasi bencana.
Semua pihak hendaknya dilibatkan, hingga masyarakat adat serta turut serta memperhatikan kearifan lokal yang berlaku di daerah.














Discussion about this post