BORGOLNEWS.COM Kampar – Senja mulai turun di Dusun II Singkawang, Desa Bukit Ranah, Kecamatan Kampar. Selasa (30/9/2025), suasana sore yang biasanya tenang tiba-tiba berubah tegang ketika tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kampar bergerak cepat menuju sebuah warung sederhana di tepi jalan desa.
Di warung itu, FI (24) duduk santai bersama temannya, IQ (23). Tak ada yang menyangka, dua pemuda ini ternyata menyimpan puluhan paket sabu-sabu dan pil ekstasi yang siap diedarkan.
Begitu yakin dengan informasi yang dikantongi, polisi langsung melakukan penyergapan. FI dan IQ tak berkutik saat digeledah. Dari tubuh dan barang bawaan mereka, petugas menemukan 12 paket sabu-sabu kecil terbungkus plastik bening serta 4 butir pil ekstasi.
Namun, cerita tidak berhenti di situ. Di bawah tekanan interogasi singkat, FI akhirnya mengaku masih menyimpan narkoba lain di belakang rumahnya. Ia menunjuk arah kebun pisang sebagai lokasi penyimpanan.
Petugas pun menggiringnya ke tempat yang dimaksud. Langkah kaki mulai berat ketika sampai di kebun yang agak gelap. Tiba-tiba, FI memberontak. Dengan cepat ia berusaha kabur, memanfaatkan momen saat petugas lengah. Namun, tim yang sudah bersiaga tak tinggal diam. Sebuah tembakan terukur dilepaskan, membuat FI tersungkur dan akhirnya bisa dilumpuhkan.
Dari balik batang pisang, polisi menemukan sebuah kotak rokok kaleng berlapis tisu dan lakban. Isinya mengejutkan: 2 paket sabu ukuran sedang. Jika digabung dengan barang bukti awal, totalnya mencapai 27,61 gram sabu-sabu dan 4 butir ekstasi seberat 1,65 gram.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap FI adalah langkah terukur. “Pelaku berusaha melawan dan kabur, sehingga harus dilumpuhkan. Semua barang bukti sudah diamankan, dan jaringan pemasok berinisial IY masih kita buru,” ujarnya.
Kini, FI dan IQ harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara di Dusun II Singkawang, kisah penyergapan di bawah pohon pisang ini akan terus dikenang sebagai bukti betapa narkoba bisa menyelinap bahkan ke sudut-sudut pedesaan yang tampak tenang.















Discussion about this post