BORGOLNEWS.COM BENGKALLIS — Suara teriakan menggema dari ribuan masyarakat menggema di bawah langit mendung Rupat, Senin (13/10/2025).
Di tengah panas dan debu jalan, warga Desa Darul Aman dan sekitarnya memblokir akses utama menuju pelabuhan PT Priatama Riau, menuntut satu hal yang telah lama dijanjikan: plasma 20 persen dari lahan HGU perusahaan.
Tak adanya keputusan nyata dari pihak perusahaan membuat emosi massa memuncak. Dengan tiang tenda, terpal, dan semangat yang tak surut, warga mendirikan tenda di tengah jalan, menandai tekad mereka untuk bermalam di lokasi hingga tuntutan dipenuhi.
“Kami sudah terlalu lama dijanjikan, kali ini kami tidak akan pulang sebelum plasma kami diberikan!” teriak Koordinator umum aksi, Rama Rapiandi.
Menjelang siang, pemerintah daerah akhirnya turun ke lapangan. Hadir staf ahli bupati, kepala dinas perkebunan, camat, dan penjabat kepala desa.
Namun kedatangan tak berhasil menjinakkan kemarahan massa, karena pemerintah hanya menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat akan diperjuangkan dan disampaikan ke perusahaan tanpa kehadiran pihak PT Priatama Riau di tempat.
“Sampai kapan kami harus percaya janji tanpa bukti? Kami sudah dengar kalimat ‘akan diperjuangkan’ puluhan kali!” seru salah seorang tokoh masyarakat dengan suara lantang
Massa pun menolak membubarkan diri. Mereka menilai pemerintah lemah dan tidak berpihak, karena tak berani menghadirkan manajemen PT Priatama Riau di hadapan publik.
“Pemerintah itu tugasnya melayani rakyat, bukan mempelajari regulasi, itu terus alasannya. Kalau pemerintah paham regulasi, perusahaan ini tidak mungkin bisa beroperasi, karena mereka terbukti tidak punya Izin Usaha Perkebunan (IUP)” tegas warga lainnya.















Discussion about this post